Kepada jang terhormat
Ny Abendanon,
…
Lelaki itoe datang lagi hari ini, berdiri tegap gagah nan
ksatria.
Ayah memanggilkoe oentoek hadir di pendopo roemah.
Inikah lelaki jang menhantjurkan sebagian rumahkoe, inikah
lakilaki jang begitoe dibenci keluargakoe.
Dari semoea bisikan kerabat bahwa dia manoesia jang bengis
tapi mengapa terlihat begitoe mempesona dimatakoe, goempalan otot lengannja dan
dadanja bidang tanpa penoetoep menandakan kejantanan, percintaan liar pada
malam pertama.
Nyonya Abendanon jang terkasih, ingin rasanja aku berkata
iya saat dia melamarkoe tapi tatapan tajam keluargakoe memaksakoe oentoek
berkata lain, akoe menjesal karena memaksanja memboeat seriboe candi dalam
satoe malam. Soenggoeh aku berharap dia mampoe membuatnja.
Penoeh kasih,
Loro jonggrang.

0 cups of Coffee:
Post a Comment